24 September 2026
Berita
Palembang, 21–22 September 2026 – Kopertais Wilayah VII Sumbagsel menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) pada tanggal 21–22 September 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid (kombinasi daring dan luring), berpusat di Ruang Rapat Kopertais Wilayah VII serta terhubung secara virtual melalui platform Zoom Cloud Meetings.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kopertais Wilayah VII dalam memperkuat tata kelola, penjaminan mutu, serta kesiapan PTKIS dalam menghadapi proses akreditasi, baik pada tingkat program studi maupun perguruan tinggi. Kegiatan diikuti oleh para pimpinan PTKIS serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) masing-masing perguruan tinggi.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah VII, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A. Dalam arahannya, disampaikan pentingnya akreditasi tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan dokumen administratif, tetapi sebagai bagian dari proses peningkatan dan pengembangan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pimpinan perguruan tinggi dan LPM perlu membangun komitmen bersama dalam menerapkan sistem penjaminan mutu yang konsisten dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

Pendampingan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang akreditasi dan penjaminan mutu, yaitu Prof. Dr. As'aril Muhajir, M.Ag. (Direktur Dewan Eksekutif LAMGAMA), Prof. Dr. H. Kasinyo Harto, M.Ag. (Asesor PT BAN-PT), Prof. Dr. Hj. Zuhdiyah, M.Ag. (Asesor LAMDIK), dan Dr. Sumaryati, M.Pd.I. (Rektor Universitas Islam Nusantara Al-Azhar Lubuklinggau).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendalaman materi yang meliputi tiga tema utama. Pertama, "Akreditasi Program Studi melalui LAMGAMA", yang memberikan pemahaman mengenai kebijakan, mekanisme, instrumen, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh program studi dalam menghadapi proses akreditasi melalui LAMGAMA.

Kedua, peserta mendapatkan materi "Akreditasi Perguruan Tinggi melalui SAPTO 2.0 BAN-PT". Materi ini memberikan penguatan mengenai persiapan perguruan tinggi dalam menghadapi proses akreditasi institusi, termasuk kesiapan data, dokumen, sistem penjaminan mutu, serta bukti-bukti kinerja perguruan tinggi yang relevan dengan instrumen akreditasi.
Ketiga, materi "Membangun Budaya Mutu Perguruan Tinggi" yang menekankan pentingnya menjadikan mutu sebagai budaya dan tanggung jawab seluruh unsur perguruan tinggi. Budaya mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi diwujudkan melalui siklus penjaminan mutu yang dilaksanakan secara konsisten, terdokumentasi, dievaluasi, dan ditindaklanjuti untuk menghasilkan perbaikan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Kopertais Wilayah VII mendorong seluruh PTKIS untuk semakin proaktif mempersiapkan akreditasi secara sistematis dan berkelanjutan. Pimpinan perguruan tinggi bersama LPM diharapkan mampu memastikan bahwa pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, sumber daya manusia, serta luaran dan capaian perguruan tinggi berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
Kegiatan selama dua hari tersebut juga menjadi forum strategis untuk penyamaan persepsi, konsultasi, dan berbagi pengalaman antara PTKIS dengan para narasumber terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses akreditasi. Dengan pendampingan ini, Kopertais Wilayah VII menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan mutu PTKIS di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Pada akhirnya, pendampingan akreditasi diharapkan tidak hanya membantu PTKIS dalam mempersiapkan proses akreditasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya mutu yang kuat, tata kelola yang baik, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam secara berkelanjutan.